Postingan

Banjir Jakarta dalam prespektif Sumberdaya Kesejahteraan Sosial

Banjir Jakarta awal 2020 dalam prespektif Sumberdaya Kesejahteraan Sosial Artikel Banjir Jakarta dalam prespektif Sumberdaya Kesejahteraan Sosial ini menitik berat pada aspek perencanaan yang gagal, fakta sosial yang kronis dan kebijakan/perangkat hukum/perundang-undangan yang tidak tepat. Pada segi Sumberdaya , peneliti menekankan pada aspek perencanaan. Perencanaan yang dimaksud berdampak pada semua proses pengornasisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan dan pemisahan terkait banjir. Peneliti tidak menjelekkan sosok Gubernur Anis Baswedan secara serta-merta, beliau memiliki pola komunikasi SDM yang cukup bagus namun dalam jabatan politik dibutuhkan ketelitian dan keperpihakan pada masyarakat. Penjabaran pada aspek sumberdaya tidak maksimal, sebagai berikut: ·           Pengornasisasian Pada kasus banjir. Aspek pengorganisasian itu yang penting. Peneliti melihat kepemim...

Profil Blog dan Penulis

 Saya Mochtar, lahir pada 1 April 1993. Jenis kelamin laki-laki. Lahir di keluarga sederhana, Bapak dan almarhumah Mak penjual Soto di Jalan Kartini POLRES Sidoarjo sejak 1980-an. Orang tua berasal dari ...., Torjun, Sampang. Saya sendiri anak ke-3 dari 3 bersaudara, namun orang tua saya sangat menyanyangi dan iba kepada saudara yang meninggal -- anaknya diadopsi dan dibersarkan di rumah sederhana. Rumah kami di RW.02 atau Jasem, tepatnya di RT.14 Kelurahan Bulusidokare, Kecamatan Sidoarjo. Saya berpendidikan S2 SDM minat Pemerintahan dan Birokrasi di UNAIR Surabaya, S1 Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sunan Ampel Surabaya, SMA di SMA Antartika Sidoarjo IPA-2, SMP di SMP Negeri 6 Sidoarjo, SD di MI Nurur Rohmah dan TK ditempat yang sama. Saat ini, hingga tulisan dipublikasikan saya telah menikah dengan perempuan yang Allah kirimkan yakni Aini latifatun Zahro. Seorang perempuan yang berprofresi guru dan dilahirkan keluarga yang Ayah seorang swasta di salahsatu perusahan Bogas...

Mochtar Institute

  M OCHTAR Institute   adalah sebuah lembaga swadaya dan semi-provit yang bergerak pada kajian sosial dan agama, serta penguatan masyarakat khusnya remaja di kabupaten Sidoarjo. Sebagai organisasi  civilsociety,  Mochtar Institute terbuka dengan keanggotaan lintas-etnis, ideologis, agama, dan gender. Berawal dari Mohammad Mochtar Mas’od yangberlatar nahdliyin dan menjalani studi di Pengembangan Masyarakat Islam di UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam studi ini banyak sekali materi yang diajarkan khususnya berkenaan kebijakan, dan sosial-masyarakat, seperti contoh: Mellennium Development Goals. Dari sinilah beliau mempunyai tekad bersama-sama untuk “urun-tangan” serta memperaktikkan apa yang diajarkan dalam perkuliahan dan berdasar  itu pula Mochtar Institute fokus dalam problematika pergaulan remaja saat ini, apalagi tindakan - tindakan atau perilaku negatif yang semakin tak karuhan timbul dari remaja itu sendiri. Serta membe...

Liputan Kompas: Nasib Perempuan Indonesia oleh Saparinah Sadli

Lebih dari seratus tahun lalu Kartini meninggal, empat hari sesudah melahirkan anak pertamanya. Dokter Belanda sebelumnya mendiagnosis tidak ada masalah pada kesehatan Kartini pasca-melahirkan. Namun, beberapa jam setelah dokter pergi, Kartini menurun kondisinya lalu meninggal. Kartini bukan orang miskin. Sebagai istri bupati, ia mendapat pelayanan kesehatan optimal. Dalam buku Door Duisternis tot Licht, kematiannya direspons dengan pernyataan non-medis seperti: ”Kartini sudah mengisyaratkan meninggal pada usia 25 tahun. Kartini minta adiknya (Rukmini) merawat bayinya andai kata ia meninggal”. Pada catatan kesehatannya, tampak potret Kartini dengan kondisi fisik tidak baik (sering sakit) setelah menjadi istri Bupati Rembang. Keputusan Kartini memenuhi permintaan bapaknya untuk kawin menghancurkan hatinya. Dia mengubur aspirasinya menjadi perempuan mandiri. Ia jelas menderita secara psikologis dan memikulnya sendiri. Sebagai Raden Ayu (suaminya punya tiga istri), Kartini menderi...